Selasa, 10 November 2015

Meskipun Lucu! Ini Bahaya Bulu Kucing Bagi Kesehatan Menurut Dokter


Bahaya Bulu Kucing Bagi Kesehatan

Kucing merupakan salah satu binatang yang paling sering dipelihara oleh orang-orang karena tingkahnya yang sangat menggemaskan. Apalagi dengan beragam jenis ras kucing yang ditawarkan, binatang ini akhirnya mampu membuat orang-orang betah berlama-lama bermain dengannya. Sayangnya dibalik tingkah yang menggemaskan itu, ternyata memelihara kucing dapat menimbulkan resiko yang berbahaya terhadap manusia. Bahaya bulu kucing yang kita pelihara ternyata berdampak pada kesehatan tubuh.

Terlebih lagi jika kucing yang dipelihara sering berkeliaran di tempat-tempat yang kotor sehingga bulunya terkontaminasi oleh parasit atau bakteri yang membahayakan. Adapun beberapa bahaya yang dapat ditimbulkan oleh bulu kucing diantaranya:

1. Menyebabkan Beberapa Gejala Infeksi


Sebenarnya infeksi yang diakibatkan oleh bulu kucing biasanya tidak dapat dikenali karena hanya menimbulkan gejala ringan bahkan tampak tidak memiliki gejala. Namun karena bisa mengakibatkan hal-hal yang membahayakan, maka mendekati kucing sebaiknya dihindari. Adapun beberapa gejala yang ditimbulkan akibat infeksi dari bulu kucing antara lain hidrosefalus, demam, jaundice (kuning), memar atau pendarahan bawah kulit hingga anemia atau pembesaran hati.

2. Mengakibatkan Penyakit Toxoplasma


Penyakit ini awalnya ditimbulkan oleh sejenis parasit yang hidup pada usus kucing sehingga parasit ini dapat menular melalui banyak media. Beberapa media yang bisa menyebabkan parasit ini menular adalah tinja kucing, bulu kucing, hingga wadah bekas makanan kucing. Parasit ini juga bisa tumbuh dalam tubuh manusia sehingga pada akhirnya akan menimbulkan penyakit zoonosis pada manusia.

3. Melahirkan Bayi Cacat Hingga Keguguran


Ibu hamil yang terkena penyakit toxoplasma akibat dari parasit yang biasa ditimbulkan oleh bulu kucing, bisa mengalami hal yang membahayakan seperti akan melahirkan bayi yang cacat dan rentan mengalami keguguran. Gejala yang ditimbulkan pada ibu hamilpun bisa berupa penurunan daya tahan tubuh seperti mengalami flu, nyeri kepala, demam dan rasa lelah. Maka dari itu, sebaiknya wanita yang merencanakan kehamilan ataupun sudah hamil tidak memelihara kucing dan menjauhinya.

4. Menyebabkan Asma


Bulu pada kucing bisa sangat berbahaya apalagi jika telah menyerang sistem pernafasan, ia merupakan salah satu penyebab asma. Sebab, bulu kucing banyak membawa virus-virus yang bisa menyebabkan asma. Jika sudah begini, maka penyakit asma ini akan susah hilang bahkan akan menurun sampai di keturunan selanjutnya. Gejala asma akibat bulu kucing bisa dirasakan sedini mungkin dengan deteksi kelainan pernafasan anda.

5. Menyebabkan Alergi


Bulu kucing bisa menyebabkan alergi pada manusia jika benda tersebut masuk ke tubuh termasuk melalui hirupan. Setelah berhasil masuk, maka tubuh akan meresponnya dengan mensintesis histamin beserta zat kimia lain yang bisa membuat reaksi alergi terpicu. Alergi yang ditimbulkan pun bisa bermacam-macam termasuk radang seperti gatal-gatal, mata berair, bersin, batuk, dan susah bernafas.

Cara Menghindari Bahaya Bulu Kucing


Kalau kamu memelihara kucing atau ingin memelihara, kamu harus bener-bener memperhatikan kebersihan dan kesehatannya! Dengan perawatan yang baik ini kamu bisa meminimalisir atau bahkan menghindari parasit yang terbawa si kucing sampai membahayakan kami. Beberapa hal yang bisa kamu lakukan untuk menghindari dampak bahaya bulu kucing ialah :

1. Memberi makanan yang sehat


Makanan yang mengandung protein dan vitamin bagus banget untuk kesehatannya. Tidak hanya makanan, minuman juga harus
diperhatikan supaya proses pencernaan pada kucing lancar. Baca : penyebab kucing tidak mau makan.

2. Memandikan kucing


Salah satu supaya kucing tetap bersih ialah memandikannya. Selain untuk menjaga kebersihan si kucing, tentunya dengan mandi dapat menghilangkan kutu, jamur atau parasit yang menempel pada bulu, juga bulunya akan semakin bagus jika menggunakan shampo khusus kucing. Untuk panduannya, kamu bisa baca cara memandikan kucing yang baik dan benar.

3. Vaksin


Kucing perlu divaksin supaya terhindar dari bakteri, namun sesuai petunjuk dokter hewan ya. Dengan vaksin juga bisa meningkatkan kekebalan tubuhnya. Kucing sehat, kita juga ikut sehat =D

4. Sediakan tempat pup khusus kucing


Supaya kotorannya tidak sembarangan, kamu bisa memberinya wadah atau litter box khusus untuk dia pup. Dengan cara melatih kucing buang air di tempat juga akan bermanfaat buat kamu untuk membuat kucing bersih dan sheat.

Bahaya bulu kucing mungkin memang banyak, namun kita sebagai pemilik kucing juga harus memperhatikan kebersihannya. Sebisa mungkin perhatikan dimana tempat kucingmu bermain. Jaga kebersihan lingkungan tempat tinggal dan menjaga kebersihan diri merupakan sebagian cara yang bisa kita lakukan untuk menghindari bahaya bulu kucing seperti yang barusan dibahas bersama.

Cara Menghilangkan Alergi Akibat Bulu Kucing


Dari beberapa hal-hal yang disebabkan oleh bulu kucing diatas, alergilah yang paling banyak dialami oleh sebagian besar orang. Oleh karena itu, konsumsilah obat alami yang dapat menyembuhkan alergi tersebut. Adapun beberapa obat-obat alami yang bisa menghilangkan alergi akibat bulu kucing adalah:

  1. Lemon, yakni dengan cara memeras setengah lemon ke dalam air hangat dan mengkonsumsinya saat perut terasa kosong. Khasiatnya cairan ini berfungsi sebagai pembersih sehingga dapat menghancurkan racun dan membuat penyebab alergi keluar dari tubuh.
  2. Kayu putih, yakni dengan menggunakan uap kayu putih untuk menyembuhkan hidung yang tersumbat dan untuk menghilangkan lendir. Dengan berbagai macam bentuk yang dimiliki seperti permen, minyak hingga obat gosok, kayu putih sangat efektif untuk meredakan gejala dari alergi bulu kucing.
  3. Minyak jarak, yakni dengan cara menuangkan 4 hingga 5 tetes minyak pada makanan atau minuman untuk menghilangkan alergi akibat bulu kucing.
  4. Alfalfa, merupakan herbal yang mampu meredakan alergi bulu kucing seperti meredakan hidung meler, bersin, hidung tersumbat, dan gatal pada kulit atau tenggorokan. Selain itu, alfalfa juga mampu membentuk sistem kekebalan tubuh sehingga dapat mencegah datangnya alergi.
  5. Herbal lain, seperti ginseng, fenugreek, cabai rawit, semanggi merah, jelatang, dan akar licorice.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar